JDS (Jadilah Diri Sendiri )

jadilah-diri-sendiri.jpgNah, untuk cerita yang akan Admin posting ini judulnya seperti apa yang telah kita ketahui bersama, yaitu JDS (Jadilah Diri Sendiri) disini diceritakan seseorang yang tak pernah puas dengan dirinya sendiri. Memang sudah menjadi watak manusia kali yaa, yang selalu ingin lebih tanpa lupa beryukur dengan apa yang sudah kita miliki dan punyai, memang boleh bila kita berambisi untuk hidup lebih maju, tetapi ya jangan sampe lupa caranya beryukur, dan hanya mengeluh terus-terusan.

Eiit yang perlu di ketahui di cerita ini bukanlah sebuah film yang ada di layar kaca maupun di layar lebar ya.. 😀 😀 ‘!! Melainkan sebuah Naskah Drama Komedi yang telah Admin baca di internet sebagai contoh membuat sebuah Drama untuk Seni Pertunjukan.

Penasaran ceritanya seperti apa, silahkan disimak cerita dibawah ini :

jadilah-diri-sendiri.jpg Judul : Jadilah Diri Sendiri (Bag : 1)

(ketika semua sudah lengkap, maka Narator masuk ke panggung dan mulai bercerita).

Narator : alkisah di sebuah hutan terdapat seorang Tukang Batu yang pemalas, suka mengeluh dan selalu tidak puas dengan dirinya sendiri.

Tukang Batu : aduh…hari ini aku harus bekerja. Pasti nanti capek sekali. Enakan aku duduk-duduk dulu. (duduk di sebuah batu)

Batu : (bergerak-gerak) wadow … sakit tau ! (Sambil marah-marah). Bau lagi! Kentut ya? (sambil menutup hidung)

Tukang Batu : (Terkejut dan takut) Maaf, dikit. Lho, batu kok bisa ngomong ?

Batu : ini kan Cuma drama..’!

Tukang Batu : O…….

Batu : Awas ! (mengancam dan mengacung-acungkan kepalanya)
(Tukang batu pun ketakutan lalu melihat-lihat sekeliling, mencari tempat untuk bersandar. Kemudian dia melihat pohon dibelakangnya)

Tukang Batu : kebetulan ada pohon. Bisa bersandar nih.,

Pohon : aduuuuuuuuuh.. hati-hati dong, lecet neh..”!

Tukang Batu : (Terkejut) Lho kok pohon juga bisa ngomong?

Pohon : Wah menghina ya. Aku adalah pohon ajaib. Aku bisa melakukan apa saja. Bahkan aku bisa menyanyi dan menari (menyombongkan diri)

Tukang Batu : masak sih ? (pertama-tama pohon menyanyi seriosa dan tukang batupun menutup kupingnya karena suara pohon yang melengking dan jelek. Lalu mulai menari. Setelah selesai, tukang batu hanya bisa terkejut)

Tukang Batu : Wah… pohon yang aneh. (menggeleng-gelengkan kepala sambil pergi meninggalkan pohon itu)

::: Bag : (2) :::

Narator : (ketika narator masuk, semua menjadi patung dengan gaya yang aneh). Lalu datanglah sebuah matahari yang sinarnya sangat panas menyengat.

Tukang Batu : wah….. panas sekali ya! (sambil sesekali mengipasi dirinya. Lalu mengusap keringatnya dengan sapu tanggannya dan tidak sengaja memerasnya di sebelah batu)

Batu : Wadooooooooooooooooooow ! hei, jangan disini dong tukan batu.! Uda keringatnya bau asem lagi. (sambil menutup hidung)

Tukang Batu : (Terkejut) maaf. Eh emangnya batu punya hidung ya?

Batu : idiiiiiiih . sebel deh . ini kan Cuma bo’ong-boongan tau !

Tukang batu : (Pergi menjauh ) Pemarah sekali si batu itu . tapi memang panas sekali. Ini pasti karena si matahari itu.

Matahari : Ha….ha…ha. ya aku yang menyebabkan panas ini.. ha….. ha…ha (Logat batak)

..Bersambung’!

Acktor Berperan sbg :
my-imagination.jpg Jeni Bachelor’s Sites (Pemeran : Tukang Batu)
rini.jpg Rini WP (Pemeran : Matahari )
maya.jpg Ukhty Nur Maya (Pemeran : Awan)
PakNana.jpg Amrana (Pemeran : Narator)
satria.jpg Satria Tujuh Salju (Pemeran : Batu)
MD.jpg Mata Duitanndotkom (Pemeran : Pohon)
Sumber Drama : Cahaya Share

Iklan

22 pemikiran pada “JDS (Jadilah Diri Sendiri )

  1. Dalam awal cerita masih tukang batu dan batu yang diceritakan, tapi kasihan juga tu si batu kalau di duduki sama tukang batu, jangan-jangan si tukang batu pun akan mengincar batu untuk dipecahkan. 😆

  2. lalu datanglah awan dengan perlahan menutupi panas triknya sang matahari.
    Tukang batu itupun tersenyum..

    Matahari sangat marah. "hai awan apa yg kau lakukan? Lihat kau menutupi cahayaku!"

    "Maafkan aku matahari aku hanyalah awan hitam, baiklah aku akan menghilang dan menjadi titik air"

    tik tik tik bunyi hujan ….

    .

  3. haahaa!! sebuah pentas drama yang unik.. tentang pelajaran & pendirian hidup.. yaa!! sekeras2 nya batu mungkin akan bolong juga bila terkena air.. dari awan yang menjelma jadi air… yaa!! seperti apa pentasnya nanti ditunggu saja lanjutannya nih.. :mrgreen:

  4. Pas baca tulisanmu di atas, rasanya kayak lagi nonton opera macam OVJ 🙂 Ceritanya sendiri diambil dari internet atau karangan pribadi?

  5. Wah sampean curang mas, enak bener jadi tukang batu.. kesana sini bisa jagongan, nyender dan bisa ngentut segala, mana asem lagi.. 😛
    Alhamdulilah ini cuma diblog, andai di panggung.. Nggak kebayang saya kudu jogat-joget gitu 😀

    #Lanjutkan ke bagian 2 mas, plok. Eh gk jadilah nepuk pundaknya, takut ada yg marah.. hehe..

  6. Hehehe, sekilas mirip OVJ, tapi tetep menghibur. Wah Satria berperan jadi Batu hutan ya?
    Kenapa gak jadi tarzan aja…
    Wakakaka

  7. perasaan sdh komen??
    ahh.. ya sutralah..

    bdw model cerpennya berbeda dari yg lain nih, unik…
    ceritanya juga kocak…
    adminnya gokil nih..
    hegheg…. 😛

  8. @Lisa Nel ,
    hegheg., mbak lisa ikut kasihan sama Batu ya..? Udah di duduki, di kentut mau di pecahkan lagi batunya 😥 , tapi nanti di tunggu kisah selanjutnya kira2 mau di apain ya Batunya sama si Tukang Batu..? :mrgreen:

  9. haha.. @Ukhty Nur
    Maya,
    hai awan tolongin Tukang Batu nih.."! Matahari jahat dia tidak hanya membuat hati panas.., tapi juga membuat kulitku jadi item nih.. 😥
    wkwkwk.. 😀

  10. @Faranggi Eva Lutvika ,
    hee ech kocak banget.., lha wong aku yang baca bolak-balik masih bisa tertawa terpingkal-pingkal 😀

  11. Ha ha, cucok deh jd matahari,, tapi episode berikutnya jangan galak2 lah..
    Sebab meski kdang bikin jengkel matahari itu sumber kehidupan dan keceriaan..
    Liat tuh si pohon jadi hidup kaan..

    Eh si awan blm waktunya kluar kok mau main selonong aja..

    siip deh, ga sia2 saya dibangunin malem2 cm mau dimintai ijin main di drama ini 😀

  12. waaah
    setelah bertahun tahun
    cari di google,, ternyata
    ketemu juga di blog
    tercinta ini…….keren sob
    …ijin sedot…….
    Jgan lupa mampir ke blog
    saya ya… Sekalian follow…
    Supaya tali silaturrahmi
    tetep terjaga… Wassalam
    Salam Sejahtera!

  13. "sabarlah Tukang Batu, bila senja datang maka perlahan matahari akan kembali keperaduannya, Bulan akan menggantikan tugasnya cahaya Bulan akan memberi terang semesta dan tak akan membuatmu panas,"

  14. Se7 sama yg dikatakan Loser. Baca naskah drama komedi ini jadi teringat OVJ. Kocak. Yang namanya komedi ya tdk bisa dgn situasi serius. Tentu harus slow dan menikmati jalan ceritanya. Haha.

    Yang jelas, inti dari komedi adalah guyonannya. Batu ternyata bisa merasa sakit kdtika diduduki. Ada juga merasa jijik ketika terkena perasan keringat. Lho ini cuma drama komedi. Haha. 🙂

  15. Kasian bnget si tukang batu tersebut, hehe..
    Kalau batu dan pohon bisa ngumung beneran kayak apa iya ?
    Iya namanya juga manusia, kadang nikmat yg di berikan terasa kurang dan lupa mensyukurinya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s